Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Mengutip Al Arabiya, pejabat wilayah separatis Somaliland mengumumkan kesiapan mereka untuk memberikan konsesi pertambangan serta izin pendirian pangkalan militer kepada Amerika Serikat. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi wilayah tersebut untuk meraih pengakuan internasional.
Khidr Hussein Abdi, Menteri Kepresidenan Somaliland, menyatakan bahwa Somaliland “siap memberikan akses terhadap tambang dan pangkalan militernya kepada Amerika Serikat.” Ia juga menegaskan kesiapan pemerintah lokal untuk memberikan “hak eksklusif” kepada Washington dalam mengakses sumber daya mineral wilayah tersebut, termasuk opsi penyediaan pangkalan militer. Pernyataan ini dilaporkan oleh kantor berita AFP.
Bulan lalu, rezim Zionis mengakui wilayah ini sebagai “negara merdeka,” menyusul kunjungan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, ke kota Hargeisa di barat laut Somalia, yang menjadi pusat administrasi Somaliland. Pemerintah pusat Somalia tetap menganggap Hargeisa sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatannya.
Sejumlah negara Arab dan Islam mengecam kunjungan tersebut dan menegaskan dukungan terhadap kedaulatan serta keutuhan wilayah Somalia. Uni Eropa juga menyatakan tidak mengakui Somaliland dan tetap mendukung persatuan serta kedaulatan Somalia.
Bab al-Mandab: Jalur Strategis Perdagangan Dunia
Somaliland terletak di dekat pintu masuk Selat Bab al-Mandab, jalur strategis yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Terusan Suez dan menjadi salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia. Posisi geopolitik ini menjadikan wilayah tersebut sangat penting dalam kalkulasi kekuatan global.
Pernyataan terbaru pejabat Somaliland mengenai pemberian konsesi tambang dan militer kepada AS muncul di tengah penolakan pemerintah pusat Somalia serta kritik luas regional dan internasional terhadap upaya memperoleh legitimasi melalui kedekatan dengan kekuatan asing.
Your Comment